Jumat, 28 Mei 2010

a moon and my disease


Langit Malam ini benar-benar aneh…
Kemarin malam bulan yang bersinar kuning kuyu itu di ikuti dengan arak-arakan awan putih pucat. Langit terlihat begitu manis tidak suram seperti biasanya.
Namun, malam ini sang bulan yang kuyu hampir hilang di peluk selimut mendung yang rata tapi dengan kejamnya tetap menyisakan sinar bulan yang tertutupi awan kelabu hingga berwarna abu-abu kelam.

Tega sekali mendung itu!
Yah tadi pun hujan gerimis membuat jendelaku berembun. Menandakan dinginnya angin hari ini.
Bagiku, menatap layar monitor dengan tatapan kosong adalah desakan kebosanan yang sedang kulampiaskan.
Aku berpikir keras untuk mencari celah diriku yang harus ku pulihkan. Sisi Galakku. Begitulah dari sekian banyak komentar tentang ku.
Aku mulai menghakimi diriku bahwa “hal” itu merupakan penyakit yang harus di sembuhkan.

Aku terlalu cuek untuk tetap seperti itu sejak dulu, aku tidak peduli komentar buruk tentangku saat itu. Yang terpenting adalah… mereka menghormatiku.
Ya,ya aku memang terlalu menjaga pride ku. Tapi itu malah membuatku tebenam makin tak berarti seperti bulan malam ini.

Hari ini bukannya aku mau berjanji tapi berusaha merubah keburukkanku!

Wahai bulan! Ku mohon keluar dari mendung itu! Anggap lah aku adalah si mendung aku akan mulai bergerak pergi dan membiarkan mu bersinar.
Baiklah bersiaplah untuk bersinar lebih terang sekarng dan esok hari! Ku nantikan kau sebagai lambang kepulihan ku ! wahai bulan!

0 komentar:

Posting Komentar

Archives

Popular Posts

 

Blog Template by YummyLolly.com