ketika kesempatan menyapa dan kita menjawabnya. kemudian ia masuk dan menawarkan tantangan, aku pasti menyambutnya dengan "baiklah". Hanya dimulut saja berusaha, tapi sebenarnya tidak pernah dengan niat ataupun bersungguh-sungguh.
Mulai sadar ketika aku gagal dalam memperjuangkan segalanya saat itu.
terongok kesal di sudut pintu, mendengar mereka tertawa-tawa membuatku ingin menghilang saja dari bumi ini.
Anak bodoh, batinku. ya, lebih bodoh dari orang idiot sekalipun. Menangis sebagai bentuk penyesalan. Memalukan. Aku terus saja memaki diriku.
akhirnya ku putuskan saja untuk terus berlari menghindari pertanyaan mereka. Sampai sekarang mereka hanya tahu bahwa aku baik-baik saja.
"I'm not okay. . ."
"dont you worry... there'll be another lady luck"
"keep your moves"
"i can't live like this, what a 'wasting' people and attitude"
stop it!
i wanna life in a quite place, far far away from the h*** crowd. surrounded by amazing and unknown people.
I Have to quit of this town and country. but i promise i'll be back.
Rabu, 11 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar